Saturday, 19 September 2026
Jaringan Media
Logo Site
TERPOPULER • PCNU dan PEMKAB BANYUWANGI Sinergikan Langkah untuk Kemaslahatan Umat • MANTABKAN LANGKAH, PCNU RAPAT KORDINASI • Nu Online Merancang Grand Planing 5 Tahun Kedepan • KEPALA BPN SAMBANGI PCNU • PENGUKUHAN LTNU, SEBAGAI WUJUD GERAKAN LITERASI NU BANYUWANGI • Optimalisasi Website NU Online, PCNU Banyuwangi Gelar Meet and Great Virtual Bersama NU Online • Pengurus Baru LKNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Bangun Zona Hijau Kesehatan • GP Ansor Muncar Gelar Istighatsah Malam Petik Laut, Doakan Ikan Melimpah dan Ekonomi Nelayan Membaik • PCNU Banyuwangi Sambut Silaturahmi DPC PKB Jelang Harlah Ke-28, Teguhkan Sinergi untuk Umat • "MWC, Lembaga, dan Banom Harus Aktif dan Satu Komando," Tegas Ketua PCNU Banyuwangi dalam TURBA Ngerandu NU di Kalipuro

MMPP BANYUWANGI KEMBALI DIGELAR, PERKUAT PERAN PESANTREN SEBAGAI AKAR NAHDLATUL ULAMA

NU Online Banyuwangi

Editor 12 Sep 2026 15:34 WIB

Bagikan Artikel
Link berhasil disalin!

BANYUWANGI – Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP) Banyuwangi kembali digelar sebagai ruang silaturahmi, penguatan keilmuan, sekaligus konsolidasi pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Forum yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali tersebut kali ini berlangsung di Pondok Pesantren Darun Najah, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026).

Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kabupaten Banyuwangi turut hadir dan memadati halaman Pondok Pesantren Darun Najah. Suasana khidmat sekaligus hangat tampak sejak rangkaian acara dimulai.

Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Saikhudin, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Huda Tegaldelimo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengajian kitab Ihya Ulumuddin Juz III yang disampaikan oleh Ketua MMPP Banyuwangi, Kyai Zainullah Marwan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H Ahmad Turmudi atau yang akrab disapa Gus Tur.

Dalam sambutannya, Gus Tur mengajak seluruh pengasuh dan keluarga besar pesantren untuk terus merawat sekaligus memperkuat Nahdlatul Ulama melalui pelestarian dan pengembangan pondok pesantren.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan amaliyah yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan NU.

“Wadah yang konsisten merawat dan menjaga sanad keilmuan, menjaga tradisi-tradisi Nahdlatul Ulama adalah pondok pesantren,” tegas Gus Tur.

Ia mengibaratkan pesantren sebagai akar bagi Nahdlatul Ulama. Akar yang kuat akan menopang pohon agar tetap kokoh, sementara akar yang rapuh dapat mengancam keberlangsungan pohon itu sendiri.

“Pondok pesantren diibaratkan seperti akar dari Nahdlatul Ulama itu sendiri. Sehingga ketika akar ini rapuh, maka tumbanglah Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.

Karena itu, Gus Tur berharap pondok pesantren di Banyuwangi terus tumbuh dan berkembang, tanpa kehilangan jati diri dan sanad keilmuan yang menjadi ciri khasnya. Pada saat yang sama, pesantren juga perlu melakukan pembenahan tata kelola agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Oleh karena itu, kami dari PCNU Banyuwangi berharap pondok pesantren agar terus berkembang, dengan pengelolaan yang menyesuaikan dengan era,” ujarnya.

Bahas Persoalan Keumatan melalui Bahtsul Masail

Selain menjadi ruang silaturahmi para pengasuh pesantren, MMPP Banyuwangi juga menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan keumatan melalui forum Bahtsul Masail.

Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Nahdliyin dibahas secara mendalam. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan oleh beberapa Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Banyuwangi.

Forum Bahtsul Masail menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi keilmuan NU. Melalui forum tersebut, berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat dikaji dengan merujuk pada khazanah keilmuan Islam, khususnya kitab-kitab mu'tabarah dan tradisi keilmuan pesantren.

Dengan demikian, MMPP tidak hanya menjadi forum pertemuan para pengasuh pesantren, tetapi juga menjadi ruang untuk menjembatani khazanah keilmuan pesantren dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Tiga Lembaga PCNU Banyuwangi Dilantik

Momentum MMPP kali ini juga diisi dengan prosesi pelantikan tiga lembaga PCNU Banyuwangi untuk masa khidmat 2026–2031.

Tiga lembaga yang dilantik tersebut yakni Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Banyuwangi, Lembaga Lajnah Falakiyah Banyuwangi, dan Aswaja Center Banyuwangi.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur kelembagaan PCNU Banyuwangi dalam menjalankan berbagai program dan khidmah organisasi.

Keberadaan ketiga lembaga tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran NU dalam bidang kajian keislaman, pengembangan ilmu falak, serta penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Aswaja di tengah masyarakat.

Dengan dilantiknya lembaga-lembaga tersebut, PCNU Banyuwangi memiliki harapan besar agar setiap lembaga dapat menjalankan amanah khidmah secara optimal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, acara ditutup dengan penyampaian hasil Bahtsul Masail. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Ma'sum Syahadat.

MMPP Banyuwangi pun kembali meneguhkan perannya sebagai ruang silaturahmi para pengasuh pesantren, penguatan tradisi keilmuan, sekaligus ikhtiar bersama untuk menjaga kesinambungan khidmah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi.

 

Pewarta : Muhammad Ali Wafa

Ditulis Oleh

NU Online Banyuwangi

Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.

Membuka dokumen...

Link berhasil disalin!